UPZ Al-Ihya dan DEMA STIU Sains Al-Qur’an Berbagi Kebahagiaan melalui Santunan Anak Yatim dan Yatim Piatu
Subang — Kepedulian terhadap anak yatim dan yatim piatu kembali diwujudkan melalui kegiatan Santunan...
SelengkapnyaSekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Sains Al-Qur'an Subang. Memadukan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai luhur Al-Qur'an.
Mengenal lebih dekat lembaga pendidikan tinggi Islam terkemuka di Subang
STIU Sains Al-Qur'an Subang didirikan dengan visi besar menyatukan keilmuan Islam klasik dengan sains modern. Berawal dari semangat dakwah dan pendidikan, kini bertransformasi menjadi institusi yang mencetak intelektual muslim masa depan.
"Menjadi perguruan tinggi unggulan di Jawa Barat yang berorientasi pada persemaian pemikiran keislaman-keindonesiaan yang kritis-reflektif-konstruktif melalui pengkajian Al-Qur'an untuk kemajuan masyarakat Indonesia sekaligus diperhitungkan dalam dunia akademik pada level lokal maupun nasional."
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur ke hadirat Allah SWT dan shalawat bagi Nabi Muhammad SAW. Selamat datang kepada seluruh sivitas akademika dan mahasiswa yang saya banggakan. Kampus bukan sekadar tempat transfer pengetahuan, melainkan ruang menempa kedewasaan melalui kemandirian berpikir, berniat, dan bertindak. Nilai sejati seorang mahasiswa terletak pada kesungguhan menguasai ilmu secara mendalam dan spesifik—bukan sekadar predikat kelulusan. Dengan keahlian yang mumpuni, dakwah, pengajaran, dan pengabdian kita di masyarakat akan memiliki pijakan yang kokoh dan berlandaskan kejujuran ilmiah. Mari bersama-sama bersungguh-sungguh mendidik dan belajar demi mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga dewasa dan berkarakter. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Baca SelengkapnyaPerjalanan panjang pengabdian untuk umat dan bangsa.
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Sains Al-Qur’an Subang, atau STIUSA, merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang Yayasan Al-Ihya Indonesia yang dirintis sejak tahun 2004. Awal mula berdiri adalah Raudhatul Athfal Al-Ihya di bawah pimpinan KH. Asep Sulaeman Sabanda dengan 20 murid sebagai cikal bakal lembaga pendidikan.
Pada tahun 2008, lembaga ini berkembang dengan membuka Raudhatul Athfal di Kiarapedes, Purwakarta, sebagai bentuk ekspansi dakwah dan pendidikan usia dini.
Memasuki tahun 2018, tepatnya pada 13 Muharram 1440 H bertepatan dengan 23 September 2018, didirikan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an khusus putri dengan 14 santriwati. Setahun berikutnya program ini diperluas untuk santri putra. Komitmen terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an semakin kuat dengan dibukanya program Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah pada 27 Dzulqa’dah 1442 H atau 7 Juli 2021. Program KMI ini ditempuh selama 6 tahun untuk lulusan SD/sederajat dengan kekhususan Tahfidz Al-Qur’an pada 2 tahun pertama.
Puncak dari integrasi sistem pendidikan Al-Ihya terwujud pada 19 Maret 2025 dengan terbitnya izin operasional Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Sains Al-Qur’an Subang melalui Keputusan Menteri Agama No. 329 Tahun 2025 oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar. Pada tahap awal, STIUSA membuka Program Studi Al-Qur’an dan Tafsir sebagai jenjang lanjutan dari seluruh lini pendidikan di bawah Yayasan Al-Ihya Indonesia. Dengan fondasi pesantren, tahfidz, dan KMI, STIUSA hadir untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu secara spesifik dan mumpuni, tetapi juga memiliki kemandirian berpikir, berniat, dan bertindak sebagai kader dakwah yang berlandaskan ilmu.
Keunggulan kompetitif yang membedakan kami dengan program studi sejenis, berfokus pada kedalaman tradisi klasik & relevansi modern.
Mendalami rumpun 'Ulumul Qur'an secara bertahap dan komprehensif untuk menjadi unggul pada tahun 2030.
Program hafalan terintegrasi dengan struktur kurikulum dari Semester I - VII berbobot hingga 4 SKS.
Menjaga otentisitas transmisi keilmuan Al-Qur'an melalui sanad muttashil dari pengajar bersertifikasi.
Mengembangkan keterampilan analisis dan hermeneutika mahasiswa melalui pembelajaran berbasis riset aktif.
Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di bidang Sains Al-Qur'an serta ilmu Qira'at secara terintegrasi.
Menjalin kerjasama dengan lembaga kajian Al-Qur'an skala lokal, nasional, hingga tingkat internasional.
Subang — Kepedulian terhadap anak yatim dan yatim piatu kembali diwujudkan melalui kegiatan Santunan Anak Yatim & Yatim Piatu yang diselenggarakan oleh Unit Penerima Zakat (UPZ) Al-Ihya berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIU Sains Al-Qur’an Subang. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu Sabtu–Ahad, 29–30 Agustus 2026, di dua lokasi berbeda.Kegiatan pertama dilaksanakan di Kampung Karangcegak, Desa Cidahu, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 anak. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Kampung Ciloji, Desa Kiarapedes, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 18 anak. Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 48 anak yatim dan yatim piatu yang menerima manfaat dari kegiatan tersebut.Kegiatan santunan ini tidak hanya dikemas dalam bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga diisi dengan makan bersama dan tausiyah keagamaan. Konsep tersebut dihadirkan agar kegiatan tidak sekadar menjadi momentum berbagi secara materi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta memberikan penguatan spiritual kepada anak-anak penerima manfaat. Dalam rangkaian acara, tausiyah disampaikan oleh Al-Ustadz Rohman Hadi, S.Ag. dan Al-Ustadz Fandi Erdiansah, M.Ag. dengan mengangkat tema Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui tausiyah tersebut, para peserta diajak untuk mengenal keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun akhlak mulia, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, dan semangat berbagi.Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial. Kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang mendorong umat untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.Kolaborasi antara UPZ Al-Ihya dan DEMA STIU Sains Al-Qur’an Subang juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan sivitas akademika dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk belajar mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam bentuk kepedulian dan pelayanan sosial.Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan. Makan bersama menjadi momentum sederhana namun bermakna untuk menciptakan kebersamaan antara para penerima manfaat, mahasiswa, pengelola UPZ, dan masyarakat. Sementara tausiyah memberikan nuansa edukatif dan spiritual yang melengkapi rangkaian kegiatan santunan.Melalui kegiatan ini, UPZ Al-Ihya dan DEMA STIU Sains Al-Qur’an Subang berharap dapat terus menumbuhkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar memberikan santunan, kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan semangat kepada anak-anak yatim dan yatim piatu.Berbagi bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, kebersamaan, dan kebahagiaan bagi sesama.
Baca Selengkapnya
Jakarta–Bogor — Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Sains Al-Qur'an (STIU Sains Al-Qur'an) Subang melaksanakan kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) sekaligus penguatan kerja sama kelembagaan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga-lembaga yang berada di wilayah Jakarta dan Bogor pada Rabu–Kamis, 12–13 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) semester 5 dengan didampingi oleh dosen pembimbing, Fandi Erdiansah, M.Ag.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00–11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya STIU Sains Al-Qur'an untuk memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung kepada mahasiswa di luar lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai lembaga yang memiliki peran penting dalam pengembangan, penelitian, pelestarian, dan pemasyarakatan Al-Qur'an di Indonesia.Dalam rangkaian SPL tersebut, mahasiswa mengunjungi beberapa lembaga dan pusat kegiatan keislaman, yaitu INSISTS Indonesia Jakarta, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama Jakarta, Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Bogor, dan Masjid Darussalam Bogor.Kunjungan ke INSISTS Indonesia memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kajian pemikiran Islam dan pengembangan intelektual keislaman. Sementara itu, kunjungan ke LPMQ Kementerian Agama memberikan pengalaman mengenai peran kelembagaan dalam pentashihan, pengkajian, dan pengembangan Mushaf Al-Qur'an di Indonesia.Mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung melalui kunjungan ke Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama di Bogor. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai proses produksi dan pencetakan Mushaf Al-Qur'an secara lebih dekat, sehingga mahasiswa dapat melihat bahwa kajian Al-Qur'an tidak hanya berkembang dalam ruang akademik, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai institusi yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga dan menyebarluaskan Mushaf Al-Qur'an.Selain kunjungan akademik, kegiatan juga dilanjutkan dengan penguatan hubungan kelembagaan melalui penandatanganan MoU dengan sejumlah mitra. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan berbagai program kolaboratif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kegiatan keilmuan Al-Qur'an dan Tafsir.Kunjungan ke Masjid Darussalam Bogor juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengabdian dan jejaring sosial-keagamaan. Masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang potensial untuk pengembangan pendidikan, dakwah, kajian Al-Qur'an, dan pemberdayaan masyarakat.Kegiatan SPL sekaligus MoU ini memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa karena mempertemukan pembelajaran teoretis di ruang perkuliahan dengan realitas keilmuan dan kelembagaan di lapangan. Dengan didampingi dosen pembimbing, mahasiswa dapat melakukan pengamatan, berdiskusi, serta memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai perkembangan studi Al-Qur'an di berbagai lembaga.Bagi STIU Sains Al-Qur'an, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas jejaring kemitraan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi dengan berbagai lembaga diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian bersama, publikasi, kegiatan akademik, serta pengabdian kepada masyarakat.Dengan terlaksananya kegiatan ini, STIU Sains Al-Qur'an berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga memiliki wawasan kelembagaan, pengalaman lapangan, kemampuan membangun jejaring, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan kajian Al-Qur'an dan kemaslahatan masyarakat.
Baca Selengkapnya
Subang,— STIU Sains Al-Qur’an Subang (STIUSA Subang) menggelar Seminar Internasional tentang Wakaf pada Rabu (26/11/2025) di Auditorium STIUSA Subang. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi yang membahas peran strategis wakaf dalam mendorong kesejahteraan umat, khususnya melalui sektor ekonomi dan pendidikan.Seminar menghadirkan Prof. Dr. Musthofa Dasuki Kesbah, Guru Besar Ekonomi Islam di Universitas Kairo, Mesir; KH. Anang Rikza Masyhadi, Ph.D., Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka, Batang; serta KH. Asep Sulaeman Sabanda, Presiden STIUSA Subang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya.Mengangkat isu mengenai pengembangan wakaf, seminar ini membahas bagaimana wakaf tidak hanya dipahami sebagai bentuk ibadah dan amal sosial, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Pengelolaan wakaf yang profesional dan produktif dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.Dalam bidang pendidikan, wakaf juga memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan Islam. Pengelolaan aset wakaf secara produktif dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan yang mendukung pengembangan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas.Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang, baik akademisi maupun praktisi pendidikan dan pesantren, memberikan perspektif yang beragam mengenai pengelolaan dan pengembangan wakaf. Hal ini sekaligus memperkaya wawasan peserta mengenai peluang wakaf dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi umat di era modern.Seminar tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Ratusan peserta mengikuti kegiatan, baik secara langsung (offline) di Auditorium STIUSA Subang maupun secara daring (online). Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu wakaf dan potensinya dalam pembangunan umat.Melalui seminar internasional ini, STIUSA Subang berkomitmen untuk terus mendorong kajian dan pengembangan ekonomi Islam, khususnya dalam bidang wakaf. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong lahirnya gagasan dan praktik pengelolaan wakaf yang lebih produktif, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan umat melalui sektor ekonomi dan pendidikan.
Baca Selengkapnya
Cidahu — Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Sains Al-Qur'an (STIUSA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Ketahanan Sosial melalui Program Bantuan Sembako bagi Fakir Miskin se-Desa Cidahu.Kegiatan dilaksanakan pada Ahad, 26 Juli 2026, pukul 07.00–12.00 WIB, bertempat di Desa Cidahu. Program ini merupakan hasil kerja sama antara LPPM STIUSA dan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Pondok Al Ihya sebagai bentuk sinergi dalam menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.Kegiatan tersebut melibatkan dosen, mahasiswa/i STIUSA dan perangkat desa yang secara langsung berpartisipasi dalam proses pelaksanaan dan penyaluran bantuan. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua LPPM STIUSA, Fandi Erdiansah, M.Ag., bersama sivitas akademika untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.Program bantuan sembako ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pemberian bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, dan penguatan hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, STIUSA berupaya menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam bentuk aksi sosial yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.Kerja sama dengan UPZ Pondok Al Ihya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa upaya penguatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pengelola zakat, dan masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah sendiri memiliki peran penting dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.Bagi STIUSA, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan Al-Qur'an dengan persoalan nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui program yang menyentuh kebutuhan sosial masyarakat secara langsung.Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini turut memberikan pengalaman pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, membangun kepedulian, serta memahami bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.Melalui program ini, STIUSA berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Desa Cidahu.Kegiatan ini menjadi salah satu langkah STIUSA dalam mewujudkan pengabdian yang berbasis nilai-nilai Al-Qur'an, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Dari ilmu yang dipelajari, lahir kepedulian; dari kepedulian, hadir kebermanfaatan."
Baca Selengkapnya
Ponorogo, 5 Mei 2025 — Dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Sains Al-Qur’an Subang, Al Ustadz M. Irfanuddin, M.Ag., mengikuti Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada 3–5 Mei 2025.Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas pengelola penjaminan mutu perguruan tinggi, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan SPMI serta melaksanakan Audit Mutu Internal secara profesional dan berkelanjutan.Dalam kegiatan tersebut, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan eratnya hubungan antara penjaminan mutu dengan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, penjaminan mutu merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun tata kelola kampus yang baik.«“Kunci akreditasi ada di penjaminan mutu.”»Pernyataan tersebut menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, tetapi merupakan hasil dari sistem penjaminan mutu yang berjalan secara konsisten dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi.Sementara itu, Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNIDA Gontor, Prof. Dr. Muhammad Muslih, M.A., menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Budaya mutu tidak hanya diwujudkan melalui keberadaan dokumen dan instrumen, tetapi harus menjadi bagian dari sistem kehidupan organisasi kampus.Menurut Prof. Muhammad Muslih, budaya mutu dapat diwujudkan melalui beberapa prinsip utama, yaitu terbangunnya sistem kehidupan yang sistemik, seluruh unsur taat asas, serta adanya dukungan instrumen mutu. Dengan demikian, penjaminan mutu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi menjadi kebiasaan dan karakter dalam pengelolaan perguruan tinggi.Workshop berlangsung selama tiga hari dengan pembahasan yang berfokus pada penguatan pemahaman SPMI, pelaksanaan AMI, serta kompetensi auditor mutu internal. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan audit terhadap pelaksanaan standar mutu di lingkungan perguruan tinggi.Acara kemudian diakhiri dengan pemberian sertifikat Auditor Audit Mutu Internal (AMI) kepada peserta yang dinyatakan lulus. Salah satu peserta yang berhasil lulus adalah Al Ustadz M. Irfanuddin, M.Ag., Kepala LPM STIUSA Subang, yang dengan demikian telah terkualifikasi sebagai Auditor AMI.Keikutsertaan dan kelulusan tersebut menjadi langkah strategis bagi STIUSA Subang dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal. Dengan adanya sumber daya manusia yang telah terkualifikasi sebagai Auditor AMI, STIUSA Subang diharapkan semakin mampu membangun budaya mutu, memastikan keterlaksanaan standar pendidikan tinggi, serta mempersiapkan proses peningkatan mutu dan akreditasi secara berkelanjutan.Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen STIUSA Subang untuk terus mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang bermutu, sistematis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Baca Selengkapnya
Subang — Kepedulian terhadap anak yatim dan yatim piatu kembali diwujudkan melalui kegiatan Santunan...
Selengkapnya
Jakarta–Bogor — Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Sains Al-Qur'an (STIU Sains Al-Qur'an) Subang melaksa...
Selengkapnya
Subang,— STIU Sains Al-Qur’an Subang (STIUSA Subang) menggelar Seminar Internasional tentang Wakaf p...
Selengkapnya
Ponorogo— Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIU Sains Al-Qur’an Subang (ST...
SelengkapnyaBelum ada agenda mendatang.
Langkah mudah bergabung menjadi bagian dari civitas akademika STIUSA Subang
Isi formulir di portal PMB online
Upload scan dokumen persyaratan
Tes Al-Qur'an & Wawasan Islam
Cek status kelulusan di portal
Registrasi & Pembayaran UKT
STIU Sains Al-Quran Subang beroperasi secara legal di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dengan akreditasi yang diakui secara nasional.
Ikuti aktivitas keseharian civitas akademika dan update terbaru langsung dari platform media sosial resmi kami.
Assalamu'alaikum! 🙏
Selamat datang di layanan informasi STIU Sains Al-Quran Subang. Ada
yang bisa kami bantu?